Tanya Dokter

FAQ

Apa itu alergi?

Alergi berasal dari kata 'allol' yang berarti berubah. Alergi adalah reaksi daya tahan tubuh yang menyimpang/ berbeda dari normal dan dapat menimbulkan gejala yang merugikan.

Mengapa si Kecil dapat alergi?

Tahukah Anda bahwa alergi bisa disebabkan kombinasi berbagai faktor antara lain:

  • Faktor genetik atau faktor keturunan
  • Imaturitas usus. Usus yang belum matang (immature) belum dapat melindungi diri sepenuhnya dari paparan alergen, sehingga alergen yang masuk ke saluran cerna dapat langsung masuk ke dalam tubuh dan mencetuskan alergi.
  • Pajanan/ paparan alergen. Tentunya paparan alergen pada anak yang berbakat alergi dapat mencetuskan gejala alergi.
Apakah alergi dapat diturunkan orang tua kepada si Kecil?

Ya. Tapi ingat ya, alergi bukan penyakit menular, melainkan diturunkan dari kedua orangtua. Si Kecil yang lahir dari keluarga atopi atau memiliki bakat alergi (50-80%) umumnya memiliki risiko lebih besar dibandingkan si Kecil yang lahir dari keluarga bukan atopi (20%). Si Kecil yang memiliki orangtua atopi dapat muncul alergi (17-29%) dan meningkat menjadi 60-80% jika kedua orang tuanya atopi.

Apa saja gejala alergi pada si Kecil?

Berikut adalah beberapa contoh gejala alergi pada si Kecil:

  • Kulit berbintik-bintik merah, gatal dan bengkak (urtikaria)
  • Eksema atau dermatitis
  • Rinitis alergi
  • Sesak napas atau asma
  • Konjungtivitis atau alergi mata
  • Gangguan perut (sakit melilit atau diare)
Apa yang dapat menyebabkan si Kecil alergi?

Si Kecil dapat mengalami alergi pada segala hal yang ditemukan di lingkungan, termasuk zat yang masuk ke dalam tubuhnya. Namun, alergen yang paling sering disebutkan adalah susu sapi, makanan laut, telur, debu/tungau, asap, bulu binatang, atau cokelat.

Apa yang harus dilakukan jika si Kecil menunjukkan gejala alergi?

Membawa si Kecil ke dokter adalah salah satu cara yang paling tepat. Dengan demikian, dokter dapat menyarankan si Kecil untuk dites alergi agar allergen si Kecil dapat segera ditemukan.

Apa saja jenis tes alergi?

Banyak tes yang dapat anda lakukan untuk memastikan alergen apa yang menjadi penyebab alergi pada si Kecil. Misalnya:

  • Tes Tusuk Kulit (Skin Prick Test)
  • Tes Tempel (Patch Test)
  • Tes RAST (Radio Allergo Sorbent Test)
  • Tes kulit Intrakutan
  • Tes Provokasi dan Eliminasi Makanan
  • Tes Provokasi Obat
Pada usia berapa si Kecil dapat menjalani tes alergi?

Kebanyakan tes alergi dilakukan pada si Kecil dengan usia tiga tahun ke atas. Kecuali Tes RAST, Tes Provokasi, dan Eliminasi Makanan serta Tes Provokasi Obat, dapat dilakukan pada pada usia berapa pun. Namun sebaiknya anda tetap mengonsultasikannya dengan dokter.

Apakah alergi dapat dicegah?

Anda dapat melakukan pencegahan alergi dalam tiga tahap:

  1. Pencegahan Primer : Pencegahan yang dilakukan sejak si Kecil belum memperlihatkan gejala alergi. Anda dapat melakukan diet tertentu saat hamil dan menyusui sehingga si Kecil benar-benar tidak terpapar alerge. Tapi ingat ya, Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter.
  2. Pencegahan Sekunder : Pencegahan ini dapat dilakukan setelah sensitisasi (pengenalan) si Kecil terhadap alergen. Pengenalan dapat diketahui dengan menilai adanya IgE spesifik dalam darah. Pencegahan ini optimal dilakukan saat si Kecil berusia dini.
  3. Pencegaha Tersier : Pencegahan yang dilakukan setelah si Kecil memperlihatkan gejala alergi. Sebaiknya Anda lakukan uji skin prick test atau uji IgE spesifik terlebih dahulu pada si Kecil untuk menghindari alergen. Cara pencegahan tersier lain adalah dengan mengobati gejala alergi yang timbul dan kemudian menghindari pencetusnya.
Apakah alergi dapat sembuh?

Gejala alergi pada si Kecil dapat sembuh atau bahkan menghilang. Misalnya, si Kecil yang saat ini memiliki alergi susu sapi, ketika ia dewasa tidak mengalaminya lagi. Namun bakat alergi (atopi) yang bersifat diturunkan tidak akan hilang dari tubuh si Kecil, sehingga suatu masa dapat saja muncul gejala alergi yang lain tergantung paparan yang ada.

Apa yang dimaksud dengan alergi susu?

Alergi Susu Sapi (ASS) adalah suatu reaksi tubuh yang mengalami penolakan terhadap protein susu sapi. Hal ini biasanya dipicu oleh protein casein dan whey yang terdapat pada susu sapi.

Perlu diketahui bahwa kedua protein tersebut sebenarnya memiliki nilai gizi tinggi, namun pada sebagian anak kadang memicu timbulnya alergi berat. Bagi si Kecil yang hipersensitif, protein tersebut bisa memicu zat antibodi imunoglobulin E (IgE). Zat antibodi ini bisa menyebabkan pelepasan hitamin, zat yang menimbulkan berbagai reaksi alergi dalam tubuh.

Apa saja gejala alergi susu sapi yang dapat terjadi?

Gejala yang dapat terlihat pada si Kecil yang alergi susu sapi biasanya mengenai saluran karena kontak yang pertama kali adalah daerah tersebut, gejala-gejalanya adalah :

  • Bengkak dan gatal di bibir sampai lidah dan orofarings.
  • Nyeri dan kejang perut.
  • Muntah sampai diare berat dengan tinja berdarah.

Perlu diingat,anda harus segera mengonsultasikannya ke dokter apabila si Kecil mengalami gejala-gejala tersebut.

Bagaimana jika si Kecil yang masih mendapat ASI ternyata menderita Alergi Susu Sapi?

Sebaiknya anda batasi konsumsi seluruh produk yang terbuat dari susu sapi, karena protein susu sapi bisa tersalurkan melalui ASI. Jika karena alasan khusus, si Kecil harus meminum susu formula, dokter mungkin akan mengusulkan susu formula khusus. Namun tetap ingat ya bahwa ASI adalah yang terbaik.

Apakah si Kecil yang memiliki ASS dapat terganggu kecerdasannya?

Alergi susu sapi adalah alergi makanan yang dijumpai paling awal dan paling sering pada si Kecil. Bila hal ini tidak ditangani dengan baik, maka dapat meningkatkan risiko asma dan rinitis alergi (pilek alergi) di kemudian hari atau saat usia saat dewasa. Oleh karena itu si Kecil tetap harus memenuhi nutrisinya dengan formula pengganti.

Namun anda tak perlu khawatir karena terdapat beberapa alternatif pilihan untuk pengganti susu sapi yang sangat bervariasi tergantung kondisi si Kecil. Susu pengganti tersebut meliputi formula soya, formula ektensif hidrolisat, formula parsial hidrolisat, sintesi asam amino, susu kambing, dan sebagainya. Berbagai alternatif tersebut memiliki kandungan nutrisi yang tak kalah dengan susu sapi, sehingga anda tak perlu khawatir dengan asupan nutrisi si Kecil.

Apa yang dimaksud dengan Allergic March?

Allergic March adalah perkembangan alami penyakit alergi pada si Kecil dengan bakat alergi (atopik). Gejala alergi yang dialami si Kecil sepanjang masa tersebut dapat berubah-ubah atau berbeda-beda seiring dengan pertambahan usia.

Apa yang dimaksud dengan syok anafilaksis?

Syok Anafilaksis (anaphylactic shock) adalah reaksi alergi fatal terhadap makanan, obat-obatan (penisilin), lateks alam, atau sengatan serangga. Penyebab syok ini adalah saat alergen masuk ke dalam aliran darah dan sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan dengan melepaskan histamin serta zat kimia lain dalam jumlah besar, memicu gejala alergi yang intens.

Saat terjadi Syok Anafilaksis, tekanan darah akan menurun secara drastis, terjadi gatal-gatal dan mengi akibat penyempitan saluran udara dan tenggorokan bengkak sehingga si Kecil kesulitan bernafas. Syok terjadi dengan cepat, biasanya hanya dalam beberapa menit atau jam setelah kontak dengan alergen.

Apa yang harus dilakukan jika terjadi syok anafilaksis pada si Kecil?
Syok anafilaksis masuk ke dalam kategori kegawatdaruratan dan si Kecil harus segera dibawa ke rumah sakit atau klinik untuk mendapat penanganan dokter.
Apakah si Kecil yang alergi membutuhkan peralatan tidur khusus seperti bantal atau seprei?

Perlu diketahui bahwa tidak ada benda apapun yang dapat mencegah reaksi alergi jika memang tubuh si Kecil sudah rentan. Yang anda lakukan untuk mencegah reaksi alergi hanyalah dengan menjaga kebersihan peralatan yang dipakai si Kecil termasuk perlengkapan tidurnya. Cucilah seprei dengan air panas dan bersihkan dinding dan lantai kamar secara teratur untuk mengurangi lapisan debu.

Apakah si Kecil yang menderita asma karena reaksi alergi tidak boleh olah raga?

Olahraga adalah aktivitas yang menyehatkan. Sebaiknya anda mencari tahu terlebih dahulu penyebab asma si Kecil sebelum anda memutuskan si Kecil boleh atau tidak boleh berolah raga. Hal ini dapat anda konsultasikan dengan dokter. Jika aktivitas fisik yang berlebih dapat memicu serangan, ingatkan si Kecil untuk melakukan pemanasan dan pendinginan dengan baik.

Apa yang dimaksud dengan desensitisasi?

Desensitisasi alergi adalah suatu bentuk terapi dimana alergen-alergen diinjeksikan pada si Kecil dengan tujuan mengurangi atau menghilangkan respon alergi si Kecil. Hal ini juga disebut imunoterapi alergen, hiposensitisasi atau terapi injeksi alergi. Jumlah alergen yang diberikan ditingkatkan perlahan selama beberapa minggu atau bulan sampai dosis maksimum yang diketahui atau sampai dosis toleransi maksimum tercapai.

Setelah dosis maintenance ini tercapai, interval antar suntikan ditingkatkan secara bertahap dari minggu ke bulan dan dilanjutkan beberapa bulan atau tahun. Desensitisasi lebih banyak digunakan pada penyakit-penyakit yang diperantarai IgE-antibodi, tetapi ini juga telah digunakan pada alergi bentuk lain. Silahkan anda berkonsultasi ke dokter untuk keterangan maupun tindakan lebih lanjut.

KIRIM

ASI merupakan "makanan" terbaik yang mengandung gizi paling lengkap untuk si Kecil. ASI mengandung asam lemak, laktosa, air, dan asam amino dalam kandungan yang tepat dan sesuai untuk pencernaan, perkembangan otak dan pertumbuhan si Kecil. ASI juga mengandung zat zat yang dapat merangsang kekebalan tubuh bayi yang dapat mencegah terjadinya reaksi alergi.


SAYA SETUJU
Untuk Anda yang baru pertama kali bertanya dan berbagi

Dengan meng-klik tombol Sign Up with Facebook / Twitter, Anda mengizinkan Situs Alergi Anak untuk mempublikasi pertanyaan Anda di situs ini, bersama dengan avatar akun Facebook / Twitter Anda, nama depan, dan provinsi / wilayah Anda. Anda juga setuju bahwa pertanyaan yang Anda kirim telah sesuai dengan persyaratan Kebijakan Privasi Tanya Situs Alergi Anak.